Masjid Raya Al Mashun, Suar Spirit Kesultanan Melayu

Masjid Raya Al Mahsun, mempunyai sahn atau ruang utama yang lapang, dengan jarak lantai ke atap yang sangat tinggi, sehingga memungkinkan terjadinya perputaran udara yang optimal. Sahn dikelilingi oleh lorong empat sisi, sebagai mugatha – ada juga yang menyebutnya suntuh – dengan ketinggian tertentu dengan lantai halaman, untuk menegaskan dimensi […]

Selengkapnya→

Puisi Puisi Gus Nas

Di Hari Bumi Engkau Kembali In Memoriam Radhar Panca Dahana   Di Hari Bumi engkau kembali Pada nafas semesta Ke hadirat Sang Maha Rindu yang tak bertepi   Entah sudah berapa senja kita bertukar luka Mengasah kata pada pena yang renta Aku dan kau tak butuh seiasekata   Belajar sikap […]

Selengkapnya→

Baca Ulang Perjuangan Perempuan Hadapi Perubahan Budaya

Kita mesti membuang segala kebiasaan buruk masa lampau, “gemar bertikai, karena tak mampu mengelola cara berselisih, senang menerima simpati dan empati dari orang lain, sambil lupa bersimpati, berempati, berapresiasi dan respek terhadap orang lain.” Koordinator Presidium Majelis Nasional Forum Alumni HMI-wati (FORHATI), Hanifah Hussein menyerukan, semua kalangan perlu membaca dan […]

Selengkapnya→

Kembangkan Pemikiran Kritis Kartini dan Perempuan Indonesia

[ Dari Webinar Internasional Citra Srikandi Indonesia dan ISBI Bandung ]   Kartini adalah pahlawan untuk pendidikan perempuan Indonesia. Keberadaannya seperti Srikandi, sosok perempuan pahlawan dalam epik Mahabarata versi Jawa. Pendapat ini mengemuka dalam pandangan Juju Masunah, Guru Besar  dan Ketua Prodi S2 Pendidikan Seni – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) […]

Selengkapnya→

Menukar Air Mata Soesi Sastro

Catatan Apresiasi Bang Sem Haesy tentang Pukul Dua Belas BILA puisi hendak dipahami sebagai ‘lukisan aksara’ – Buku kumpulan kuisi bertajuk “Pukul Dua Belas,” karya penyair Soesi Sastro, berhasil ‘melukis dengan aksara.’ Soesi mengubah impresi tentang realitas pertama kehidupan, menjadi ekspresi yang menjelma menjadi ‘lukisan aksara,’ yang menggambarkan realitas kedua […]

Selengkapnya→

Puisi Puisi N. Syamsuddin Ch. HAESY

Ramadan waktu mengantarku berkunjung lagi ke beranda rumahMu tuk memenuhi hakMu shaum di bulan Ramadan biarlah sukma membayar kangen di raga yang dahaga pada dria yang lapar dalam kepung tantangan di garba ujian syukurku tiada berhingga Kau hantarkan aku lewat waktu menemui masa penyegaran Ramadan karim masa memberikan hakmu ‘tuk […]

Selengkapnya→

Imajinasi

Bang Sèm Cinta yang dibangkitkan khayalan salah dan tidak pada tempatnya bisa saja mengantarkannya pada keadaan ekstasi. Namun, kenikmatan itu jelas tidak seperti bercinta dengan kekasih sebenarnya. Kekasih yang sadar akan hadirnya seseorang yang mencintainya. Laksana kenikmatan lelaki yang memeluk tugu batu di kegelapan sambil tersedu-sedan menangis dan meratap. Meski […]

Selengkapnya→

Marapulai

Bang Sém [ Menjadi marapulai laksana menjadi raja sehari. Diiring hantar para tetua, sanak keluarga. Berjalan beriringan, bahkan seringkali ditingkah suara rebana dan musik tradisional. Segala yang biasa tiba-tiba menjadi luar biasa. ]   SETIAP lelaki akan menjadi marapulai. Calon pengantin. Selain mesti mantap mempersiapkan diri untuk melakukan ijab kabul […]

Selengkapnya→

Puisi Puisi Gus Nas [ HM Nasruddin Anshoriy Ch ]

PURNAMA NISFU SYA’BAN Nisfu Sya’ban memanggil  namaku Manusia lalai yang asyik bergelimang fatamorgana Manusia pelupa yang memuja hiruk-pikuk dunia   Dalam album biru lembaran hidupku Yang kutemukan hanya senda gurau dan bujuk rayu Menumpuk remuk dan redam rongsok dunia Memeluk alpa pada akhirat yang berkilau cahaya   Purnama Nisfu Sya’ban […]

Selengkapnya→

Panggil Aku Ibu

Mini Monolog Sem Haesy SENJA baru saja rebah. Angin gunung turun merambat. Dingin mendekap gelap, memeluk tubuh lelahku. Bayangkanlah aku ibumu… Ya.. Ibumu… Ibu yang melahirkanmu. Ibu yang menyusuimu berbulan-bulan. Ibu yang menuntunmu kala belajar berjalan. Ibu yang selalu mengangkatmu kala terjatuh. Ibu yang selalu ada di sampingmu, kala kau […]

Selengkapnya→