Menyimak Musik Karya Suhendi Afryanto untuk Tari “Purbasari Purbararang”

Catatan Bang Sèm Suhendi memasukkan syair filosofis dengan berbagai simbol sebagai telangkai – menghubungkan jarak ‘pandang’ dengan ‘dengar.’  Syair yang terdengar berbunyi : kembang melati sebagai ekspresi kesucian dan harumnya amanah; wong becik ketitik, wong ala ketara’ pernyataan hukum alam, yang baik nampak – yang jahat kelihatan; gedong anyar, kuncen […]

Selengkapnya

Politik Kebudayaan Menggerakkan Transformasi Korea Selatan

Sebagai produsen budaya pop global, yang sangat berpengaruh dalam singularitas dan sadar terhadap berbagai dampak transhumanity, yang memerlukan keseimbangan antara skill sebagai produk sains dan teknologi, dan kecerdasan budaya yang dihidupkan oleh tradisi, nilai, norma, seni, sastra, dan lainnya, pemerintah Korea Selatan memberi perhatian khas kepada institusi dan aktivisme pendidikan […]

Selengkapnya

Reposisi Pantun via BUMN

Bang Sém Melihat keseluruhan performa peserta lomba yang digelar Balai Pustaka ini, saya melihat kemampuan kaum millenial BUMN dan kalangan masyarakat, menggerakkan proses kreatifnya dalam mengartikulasi semangat reposisi pantun dalam konteks transformasi peradaban. Khasnya, dalam menghidupkan kembali kesadaran menggelorakan akhlak, pekerti, dan fatsoen dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. […]

Selengkapnya
Puitika

Puitika dalam Retorika Tubuh Endang Caturwati

N. Syamsuddin Ch. Haesy Pelajaran pertama ilmu filsafat mempertemukan siapa saja dengan retorika dalam pengertian basis kebahasaan dan komunikasi verbal, seperti pandangan Isocrates yang sezaman dengan Plato, kemudian Aristoteles lewat Rhetoric lalu Cicero lewat De Oratore. Aristoteles menggali dan meluahkan pemikirannya tentang retorika (sebagai ilmu) dan Cicero (menempatkannya sebagai seni) […]

Selengkapnya