Mencari Kebenaran dan Keadilan itu Sulit

Keputusan Pansus diambil secara voting. Dari 50 anggota Pansus, yang menandatangani daftar hadir ada 26 orang, tetapi yang hadir di ruang sidang hanya 19 anggota. Hasil voting, 5 suara menyatakan terjadi pelanggaran berat HAM dan 14 suara menyatakan tidak terjadi pelanggaran berat HAM.
Dari 10 fraksi, 3 fraksi menyatakan terjadi pelanggaran […]

Selengkapnya→

Relasi Aksi Kamisan dengan Dimensi Kedalaman Manusia STA

Dalam suasana petang penuh makna, itu Karlina mengemukakan, “Di titik inilah kebudayaan progresif yang dicita-citakan oleh STA menemukan wajah baru — bukan sebagai wacana para pemikir di atas kertas dan ruang akademik, melainkan terutama sikap budi (state of mind) yang diwariskan turun-temurun. Barangkali di situlah berlangsung pertemuan yang paling jujur […]

Selengkapnya→

Memaknai Legasi Ali Sadikin

Kebudayaan adalah ruh peri kehidupan manusia yang menyediakan ruang simpati, empati, apresiasi, respek, cinta dan kemanusiaan. Ruang yang mempertemukan ethos, pathos, dan logis denga artistika, estetika, dan etika. Ruang yang memfasilitasi terbangunnya daya kreasi, yang menurut Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Miftahulloh Tamary meliputi, antara lain, pameran arsip, workshop pembuatan […]

Selengkapnya→

Kepahlawanan Sutan Takdir Alisjahbana

Bagi Anhar Gonggong, ada atau tidak ada pengakuan negara ihwal kepahlawanan, STA adalah orang Indonesia yang sangat banyak jasanya bagi bangsa ini. Karena STA tak hanya berkutat pada kebudayaan dalam pengertian minor: sastra dan seni. Catatan J. Mudhriq Fadhillah AUDITORIUM Universitas Nasional (UNAS) di Kampus Sawo Manila Pasar Minggu, petang […]

Selengkapnya→

Prasangka Buruk

Dalam pergaulan sosial dan sesuai dengan fungsi sosial manusia sebagai ‘medium kasih sayang,’ informasi yang diproduksi prasangka buruk dan tak teruji kebenarannya menghambat kesadaran manusia untuk merawat dan menghidupkan simpati, empati, apresiasi, respek, dan cinta. Muaranya adalah merusak dimensi kesadaran kemanusiaan. Beranjak dari semua pandangan ini, maka senantiasalah bersungguh-sungguh menguji […]

Selengkapnya→

Bara Islam dan Kebangsaan SI Nyalakan Ukhuwah Iqtishadiyah

Menyematkan Islam sebagai nama perkumpulan, ini menandai SI sebagai organisasi Islam yang dikhidmatkan untuk rakyat dan bangsanya. Kata ‘islam’ itu sendiri mengandung makna universal. Karenanya SI bertegas-tegas menghadirkan dirinya sebagai organisasi terbuka bagi manusia merdeka, berpikir dan bertindak merdeka, berorientasi pada keadilan, kesejahteraan. Catatan Bang Sém Gubernur Jendral Belanda Idenburg […]

Selengkapnya→

Membaca Lidah

Allahumma saddid alsinata bish shawabi wal hikmah | Ya Allah, luruskan lidah kami dengan kebenaran dan hikmah Bang Sèm [INI ungakapan hati seorang ayah kepada salah satu anaknya.] BERBEDA dengan abangmu yang sejak beberapa bulan usianya sudah pandai mengoceh dan relatif cepat mengucap ulang sejumlah kosa-kata, kau relatif lebih lamban.  […]

Selengkapnya→

Teladani Pahlawan Sekaligus Kuasai Ilmu dan Teknologi

Ibong mengingatkan, kekurang-siapan kita menghadapi arus globalisasi membuat semakin menurunnya daya saing dan produktivitas bangsa sehingga meyebabkan makin jauhnya kita dari cita-cita kemandirian. Ini adalah tantangan terberat untuk generasi muda yang terdidik, suatu kesempatan mulia terbentang di depan mata asal kita siap. Dalam konteks itu, generasi muda mesti berusaha menumbuhkan […]

Selengkapnya→

Hidupkan Kembali Pendidikan yang Bermartabat

Gagasan pendidikan setara dan memuliakan sebagaimana dirintis dalam pemikiran Moslem National Onderwijs menemukan relevansinya kembali hari ini. Konsep pemikiran pendidikan HOS Tjokroaminoto menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati bukan tentang seberapa mahal biaya yang dikeluarkan atau seberapa megah fasilitas yang dimiliki, melainkan tentang sejauh mana pendidikan mampu membentuk manusia yang utuh […]

Selengkapnya→