N. Syamsuddin Ch. Haesy atau Bang Sem, menulis puisi agak rajin sejak SMA awal dekade 70-an. Bercita-cita jadi penyair, tapi belum kesampaian, meski puisi-puisinyas terbit dalam beberapa buku: Soneta Rumah Bocor, Di Balik Layar Televisi, Bulan Selesma, eÇatri, Jangan Jual Surga Ini, Renjana Tanah Bertuah, Semenanjung Cinta, dan berbagai antoloji […]
SelengkapnyaLITERA
Puisi Puisi Wina Armada Sukardi
Wina Armada, jurnalis, pengacara, kritikus film, adalah juga penyair dengan perspektif khas. Belakangan hari, Wina menulis puisi-puisi yang terinspirasi dari berbagai benda yang dapat terlihat dan tersentuh dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa puisi tersebut diturunkan dalam kesempatan ini. Silakan menikmati | Redaksi PELURU Dekapan mentari dan rembulan menetaskan peluru. Bak cahaya […]
SelengkapnyaTembang ‘Pantun Janda’ Dendang Pemilu dan Pilpres 2024
Ajang Pemilu – Pilpres 2024 juga mesti dimanfaatkan oleh rakyat dan parti politik untuk sungguh memilih para wakil rakyat yang konsisten (tidak mengubah fungsi jadi wali rakyat) di tengah jalan, dan pemimpin berkualitas negarawan. Bukan sekadar petinggi politisi yang saling menyandera. Sehingga mampu berkontestasi secara kualitatif, agar kelak negara mampu […]
SelengkapnyaMembaca Setelempap Laman Indonesia di Banjarnegara
Di SMK Cokroaminoto – Wanadadi, seketika melintas sikap dan pandangan HOS Tjokroaminoto tentang pendidikan sebagai suatu sistem yang kehidupan manusia yang islami (hairun naas anfa’uhum lin naas, urip iku urup : sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat luas bagi banyak manusia lain), serta keseimbangan ilmu pengetahuan umum dan khas, keseimbangan keterampilan […]
SelengkapnyaBerpikir Ulang tentang Pendidikan Tinggi Seni Budaya
Lembaga-lembaga pendidikan tinggi mengubah konsep transformasi dari evolusi ke revolusi, dan tak memilih jalan perubahan reformasi yang sangat melelahkan, sedangkan perubahan sains dan teknologi bergerak revolutif, amat cepat. Termasuk perubahan terkait dengan populasi manusia terdidik lulusan lembaga pendidikan tinggi dan lapangan pekerjaan yang menyusut, diambil alih oleh produk kecerdasan buatan. […]
SelengkapnyaDi Antara Mimpi dan Imajinasi
Berbagai kalangan, melintasi proses perubahan mimpi menjadi ilusi dan fantasi, atau imajinasi, dalam melakukan proses kreatif — mulai dari creativity kick off sampai innovation breakhtrough, dalam berbagai aspek kehidupan. Proses itu bergerak mengikuti irama rekacita (imagineering) yang terukur, sebagaimana diajarkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW melalui sistem yang jelas parameternya. […]
SelengkapnyaMenari dan Berjogetlah
Dari sudut pandang medis, menari membantu mencegah penyakit Parkinson dan Alzheimer, membantu mengatasi diabetes, obesitas dan penyakit jantung. Menari, sangat anti-depresan. Karenanya, sejumlah psikolog dan dokter di sebagian besar kota menawarkan “terapi tari,” sebagai bagian dari cara mempercepat pemulihan bagi mereka yang baru usai perawatan medis. Jadi? Menarilah dan berjogetlah […]
SelengkapnyaPuisi Puisi N. Syamsuddin Ch. Haesy
Ibu (mengenang ibuku Hasyienna) ibu adalah mata air yang tak pernah henti mengalirkan cinta dan kasih sayang. setiap kata yang mengalir dari celah bibirnya adalah tuah petunjuk arah ke mana langkah mesti diayunkan. di jalan mana kehidupan mesti ditelusuri. al mdrasat al ula. ibu adalah mata air keikhlasan. […]
SelengkapnyaKetua Akademi Jakarta Ajak Cari Solusi Nasib Planetarium Jakarta
Akademi Jakarta juga merekomendasikan, agar Pemerintah DKI Jakarta, memastikan pengelolaan Planetarium & Observatorium Jakarta sebagai entitas ilmu pengetahuan dilaksanakan oleh lembaga yang terkait langsung, yaitu Dinas Pendidikan; Memastikan penganggaran bagi pengadaan, pemeliharaan, dan perbaikan fasilitas Planetarium & Observatorium Jakarta seperti proyektor, teleskop, ruang pameran, dan lain-lain. Ketua Akademi Jakarta, Seno […]
SelengkapnyaMelayari Bentang Masa via Patung Instalasi Multatuli Karya Dolorosa Sinaga
Ketika menyentuh ‘bahu’ patung Saijah, dan memandangi ‘mimik’ wajahnya, saya membayangkan, ada proses rekacita khas Dolorosa yang berbeda dengan pematung lain. Ada sentuhan simpati, empati, apresiasi, respek, dan cinta, yang saya yakini, terbangun oleh interaksi dan proses internalisasi Dolorasa ‘belanja ide’ yang tak hanya melalui novel Max Havelaar. Catatan Bung […]
Selengkapnya









