PURNAMA NISFU SYA’BAN Nisfu Sya’ban memanggil namaku Manusia lalai yang asyik bergelimang fatamorgana Manusia pelupa yang memuja hiruk-pikuk dunia Dalam album biru lembaran hidupku Yang kutemukan hanya senda gurau dan bujuk rayu Menumpuk remuk dan redam rongsok dunia Memeluk alpa pada akhirat yang berkilau cahaya Purnama Nisfu Sya’ban […]
SelengkapnyaLITERA
Panggil Aku Ibu
Mini Monolog Sem Haesy SENJA baru saja rebah. Angin gunung turun merambat. Dingin mendekap gelap, memeluk tubuh lelahku. Bayangkanlah aku ibumu… Ya.. Ibumu… Ibu yang melahirkanmu. Ibu yang menyusuimu berbulan-bulan. Ibu yang menuntunmu kala belajar berjalan. Ibu yang selalu mengangkatmu kala terjatuh. Ibu yang selalu ada di sampingmu, kala kau […]
Selengkapnya17 Pantun N. Syamsuddin Ch. Haesy
[1] usai sarapan meminum jamu air sejuk di dalam kendi bila nak paham orang berilmu merendah hati merunduk budi [2] nasi lemak hidangkan pagi tengah hari santap nasi kebuli bacalah doa sebelum pergi baca hamdalah saat kembali [3] senyum manis menyambut tamu wajah murung jangan tampakkan berkasih dengan orang berilmu […]
SelengkapnyaMembaca Diam di Salonsa
Puisi Puisi N. Syamsuddin Ch Haesy Membaca Diam di Salonsa (Kepada Sawedi Muhammad) Riak danau. Angin sunyi mencumbu dedaunan dengen. Buah ranumnya berjatuhan di hampar rerumputan. Ingin kutuliskan rindu di setiap kelopak dengen yang tersisa. Lalu memberi makna atas sujud di hadapan Tuhan. Kudengar celoteh bocah mungil buah cintamu. Berlarian […]
Selengkapnya



