Tahun ini, bila kedai burasaknya berkembang terus, Halimah berencana mengambil masa cuti (liburan). Dia ingin ke Jakarta. Selain membayar rindu kepada kakaknya, ia juga ingin belajar mengolah masakan lamang Betawi. Dia menabung, supaya bisa ke Jakarta. “Bila tabungan cukup, saya sudah ambil rencana melancong ke Jakarta,” tuturnya. Sudah lama sekali […]
SelengkapnyaLITERA
Yulian Warman dan Komunikasi Korporat Radikultur
Model komunikasi korporat yang dikembangkan Yulian dan Astra Group (tak terkecuali Astra Finance) melampaui tahapan-tahapan baku komunikasi korporat, seperti identifikasi dan prioritas tujuan, tilik pemangku kepentingan (intra – ekstra), monitoring (review – evaluasi) aplikasi strategi, dengan segala diagnosanya.Yulian secara personal dengan human relations-nya, melampaui teori tentang identifikasi metrik dalam strategi […]
SelengkapnyaTransformasi Minda Seni Pertunjukan Merespon Media Baru
Catatan Bang Sém Para pelaku seni pertunjukan dan pelaku seni visual berkolaborasi dalam media baru, mengembangkan eksistensinya dari homo faber – homo sapiens menjadi homodigitalis. Media Baru (new media) juga memberikan tawaran-tawaran menari bagi pelaku seni pertunjukan untuk menafsir ulang jarak fisik panggung – pertunjukan – penonton dengan segala kelemahan […]
SelengkapnyaAnjuran Pemusnahan Wayang dan Kepandiran Ideologis
Doktrin, sikap, dan pernyataan penganut aliran wahabiyah dengan segala doktrinnya, termasuk di Indonesia dan Malaysia, tak pernah usai memercikkan api perselisihan dan pertentangan di kalangan ulama. Terutama karena doktrin yang mudah mengkafir-kafirkan orang lain yang tak sepaham dengannya. Sekaligus mengharamkan segala hal, terutama yang berkaitan dengan adat resam budaya tempatan. […]
SelengkapnyaMembaca Zaman Edan dengan Isyarat Pantun Bogor
Para leluhur di masa lalu — antara lain melalui Pantun Bogor — sudah menawarkan simptom tentang zaman yang kini kita alami. Soalnya kemudian, apakah kita — bahkan yang lahir, tumbuh kembang, dan besar di Bogor ( Pakuan di masa Pajajaran ) paham isyarat Pantun Bogor, atau justru bergegas lari menuju […]
SelengkapnyaJangan Jual Surga Ini
Puisi puisi N. Syamsuddin Ch. Haesy Jangan Jual Surga Ini Fajar baru merekah Mentari memancarkan cahaya Kaki kaki tegap petani Gegas melangkah Sepanjang pematang Lumpur sawah menyediakan hampar sajadah Jemari petani menanam benih rangkaian ibadah Peluh menggelontorkan keluh Pada setiap benih yang ditanam Selalu tersimpan hikmah “Jangan sia-siakan surga […]
SelengkapnyaSekelip Banten dalam Puisi Sem Haesy
Pemata Hati (kepada Dokter Dedi) pagi merayap di Jum’at bekah kutemukan senyum dan sapa ramah di sini permata hati berkilau cahaya keikhlasan memilin simpati, empati, apresiasi, dan respek dalam cinta insani rasa kemanusiaan terasa hingga ke sukma tertulis di bibir paramedis tersimpan dalam kata para dokter ini bukan rumah sakit […]
SelengkapnyaPuisi Ihwal Kemerdekaan, Merah Putih dan Pemudi
HM Nasruddin Anshoriy Ch JIKA KEMERDEKAAN TIDAK DIJAGA Jika kemerdekaan tidak dijaga Banyak pencopet dalam negara Jika kemerdekaan tidak dijaga Ribuan tikus akan berpesta Jika kemerdekaan tidak dijaga Proklamasi hanya slogan tanpa makna Jika kemerdekaan tidak dijaga Penjahat berdasi akan mengeruk pundi-pundi negara Jika kemerdekaan […]
SelengkapnyaPuisi Puisi Gus Nas – Permata Al Khaerat
H. M. Nasruddin Anshoriy CH [ GUS NAS ] KALEIDOSKOP MIMPI Pada sisa sepi di bulan Juli kusantap senyap dan nyeri seorang diri Ujung bulan ini laksana bara api Kutemukan kematian di segala lini Duka merajalela melukai indahnya puisi Mencederai ruang rindu di relung jiwa Remuk sudah mimpi […]
SelengkapnyaPantun Kolaborasi Citra Srikandi Indonesia 3
Herlinda Mansyur Teratai menari di kolam indah Tempat berteduh si ikan Koi Walaupun hidup semakin susah Tetap semangat kuatkan diri Mentari pagi bersinar cerah Kembangkan tikar ayunkan langkah Hindari Corona ganasnya wabah Gunakan masker untuk mencegah Air sungai riuh bunyinya Gelombang riak gema bergema Saat Covid ganas […]
Selengkapnya









