Daya Anak Ciganitri Mengubah Imajinasi Menjadi Inovasi

Tari Kontemporer yang selama ini diidentikkan dianggap sebagai ruang kreatif yang hanya dilakukan oleh orang “dewasa,” maka melalui metode Literasi Tubuh Wajiwa menjadi proses kreatif tari kontemporer menjadi instrumen edukasi yang sangat bermanfaat, baik bagi kesenian itu sendiri, juga bagi kehidupan mereka saat ini, dan ke depan.   Alfianto Wajiwa […]

Selengkapnya

Nusantara untuk Kebangkitan Peradaban : Memperkuat Optimisme dan Peran Umat Muslim Asia Tenggara

AZYUMARDI AZRA, CBE* Gurubesar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta PENGANTAR | Artikel ini merupakan makalah yang disiapkan Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.Phil., MA., CBE untuk Sesi I Persidangan Antarabangsa Kosmopolitan Islam – Muktamar Sanawi ABIM (Angkatan Belia Islam Malaysia) ke 51, di Bangi Avenue Convention Centre (BACC), Kajang […]

Selengkapnya

Bomoh di Tengah Transformasi Digital

Perlu ada gerakan khalayak – netizen untuk memberikan support bagi konten kreatif yang mencerdaskan, mencerahkan, dan memperluas wawasan tentang fungsi dan manfaat media sosial yang ditunjang oleh ilmu pengetahuan, seni, teknologi, kosmologi, dan agama yang kelak akan membentuk ekosistem masyarakat berbudaya. Kreatif, inovatif, dan inventif. Banyak ruang kreatif yang masih […]

Selengkapnya

Burasak Halimah

Tahun ini, bila kedai burasaknya berkembang terus, Halimah berencana mengambil masa cuti (liburan). Dia ingin ke Jakarta. Selain membayar rindu kepada kakaknya, ia juga ingin belajar mengolah masakan lamang Betawi. Dia menabung, supaya bisa ke Jakarta. “Bila tabungan cukup, saya sudah ambil rencana melancong ke Jakarta,” tuturnya. Sudah lama sekali […]

Selengkapnya

Yulian Warman dan Komunikasi Korporat Radikultur

Model komunikasi korporat yang dikembangkan Yulian dan Astra Group (tak terkecuali Astra Finance) melampaui tahapan-tahapan baku komunikasi korporat, seperti identifikasi dan prioritas tujuan, tilik pemangku kepentingan (intra – ekstra), monitoring (review – evaluasi) aplikasi strategi, dengan segala diagnosanya.Yulian secara personal dengan human relations-nya, melampaui teori tentang identifikasi metrik dalam strategi […]

Selengkapnya

Transformasi Minda Seni Pertunjukan Merespon Media Baru

Catatan Bang Sém Para pelaku seni pertunjukan dan pelaku seni visual berkolaborasi dalam media baru, mengembangkan eksistensinya dari homo faber – homo sapiens menjadi homodigitalis. Media Baru (new media) juga memberikan tawaran-tawaran menari bagi pelaku seni pertunjukan untuk menafsir ulang jarak fisik panggung – pertunjukan – penonton dengan segala kelemahan […]

Selengkapnya

Anjuran Pemusnahan Wayang dan Kepandiran Ideologis

Doktrin, sikap, dan pernyataan penganut aliran wahabiyah dengan segala doktrinnya, termasuk di Indonesia dan Malaysia, tak pernah usai memercikkan api perselisihan dan pertentangan di kalangan ulama. Terutama karena doktrin yang mudah mengkafir-kafirkan orang lain yang tak sepaham dengannya. Sekaligus mengharamkan segala hal, terutama yang berkaitan dengan adat resam budaya tempatan. […]

Selengkapnya

Membaca Zaman Edan dengan Isyarat Pantun Bogor

Para leluhur  di masa lalu — antara lain melalui Pantun Bogor — sudah menawarkan simptom tentang zaman yang kini kita alami. Soalnya kemudian, apakah kita — bahkan yang lahir, tumbuh kembang, dan besar di Bogor ( Pakuan di masa Pajajaran ) paham isyarat Pantun Bogor, atau justru bergegas lari menuju […]

Selengkapnya

Jangan Jual Surga Ini

Puisi puisi N. Syamsuddin Ch. Haesy   Jangan Jual Surga Ini Fajar baru merekah Mentari memancarkan cahaya Kaki kaki tegap petani Gegas melangkah Sepanjang pematang Lumpur sawah menyediakan hampar sajadah Jemari petani menanam benih rangkaian ibadah Peluh menggelontorkan keluh Pada setiap benih yang ditanam Selalu tersimpan hikmah “Jangan sia-siakan surga […]

Selengkapnya

Sekelip Banten dalam Puisi Sem Haesy

Pemata Hati (kepada Dokter Dedi) pagi merayap di Jum’at bekah kutemukan senyum dan sapa ramah di sini permata hati berkilau cahaya keikhlasan memilin simpati, empati, apresiasi, dan respek dalam cinta insani rasa kemanusiaan terasa hingga ke sukma tertulis di bibir paramedis tersimpan dalam kata para dokter ini bukan rumah sakit […]

Selengkapnya