Batok Bulu Eusi Madu

Inggai situlu-tulung lao di apiangan, mappepondo’I inggannana adaeang, alesei adaeng, tinro’I apiangan, situlu-tulung paratta rupa tau. Mari kita tolong menolong dalam kebajikan, membelakangi seluruh kejahatan. Hindari kejahatan, kejar kebaikan, tolong-menolonglah antar sesama manusia.   sèm haèsy Saya tidak punya kapasitas untuk berharap – apalagi memaksa – semua orang percaya pada […]

Selengkapnya

Penghargaan Akademi Jakarta 2021 bagi Remy Sylado dan Masyarakat Adat Kinipan

“Dengan keberanian menciptakan ekspresi baru, Remy Sylado mengajak kita terlibat dengan itu semua. Ia menawarkan bianglala kebudayaan sebagai titian untuk mengatasi aneka tegangan dan perbedaan. Kebudayaanlah yang menjadikan manusia adalah manusia – makhluk yang beberapa ratus ribu tahun lalu menemukan bahasa untuk berkomunikasi secara beradab… “ JAKARTA |  Seniman ulung […]

Selengkapnya

Puisi Tan Sri Johan Jaaffar | AKU ANAK WAYANG

(Dengan Ingatan Penuh Hormat Pada Rakan Seniman) Johan Jaaffar   Ini duniaku Dunia wayang   Aku membesar melihat Tupai membawakan lagenda Yang Kui Fei Di tengah bunyi yangqin, xialuo dan erhu Wayang Cina atau potehi yang mengagumkan aku sebagai anak kecil Yang belum mengenal dunia   Tupai yang entah apa […]

Selengkapnya

Puisi Puisi Gus Nas – Musim Bulan Juni

H. M. Nasruddin Anshoriy CH [ GUS NAS ]   ORKESTRA NEGERI Kado Milad ke-60 Bapak Ferry Mursidan Baldan   Meneguk mata air Indonesia Raya Aku melihat darah Tjut Nyak mengalir deras Di jantungmu Dalam irama orkestra Dengan partitur negeri Indonesia adalah belahan jiwa   Dengan Rencong dan Kujang di […]

Selengkapnya

Reposisi Pantun via BUMN

Bang Sém Melihat keseluruhan performa peserta lomba yang digelar Balai Pustaka ini, saya melihat kemampuan kaum millenial BUMN dan kalangan masyarakat, menggerakkan proses kreatifnya dalam mengartikulasi semangat reposisi pantun dalam konteks transformasi peradaban. Khasnya, dalam menghidupkan kembali kesadaran menggelorakan akhlak, pekerti, dan fatsoen dalam seluruh aspek kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. […]

Selengkapnya

Hanyalah Dia

Kala mentari turun senja / Gema azan mengusik kalbu / Dia memanggil  kekasihnya  / Datang melepas rasa rindu // Kala rembulan datang malam / Jiwa runduk merendah hati / Dia mendengar doa-doa / Tulus melambung langit tinggi // Wahai insan janganlah lupa / Kunjungi Dia di waktu malam / Mohon […]

Selengkapnya

Sensitivitas Kreatif Endang Caturwati

sèm haèsy Syair dan lagu Kasih tak Bertepi dan Hanyalah Dia, menjadi pemantik awal untuk mendekati dinamika perkembangan wabah dari sudut pandang spiritual dengan cara pandang inward looking ke dalam diri.   Pengalaman melakukan kolaborasi kreatif dengan Endang Caturwati, Guru Besar Seni Pertunjukan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) – Bandung, […]

Selengkapnya

Puisi Puisi Gus Nas

KH M. Nasruddin Anshoriy Ch   BANGKIT Dengan suara serak dan terbata-bata Sembari bermimpi membelai bidadari di Taman Surga Hari ini aku mengucap tanya: “Kenapa sayap-sayap perkasa bangsa ini tak juga mengepak ke cakrawala? Kenapa pula berjuta kaki putra-putri Ibu Pertiwi masih terperosok dalam comberan kebencian dan rawa-rawa adu domba?” […]

Selengkapnya

Puisi Tan Sri Johan Jaaffar : Gurindam Rasa

Gurindam Rasa (Dengan apologi pada Yassin Salleh yang mengulit wanita misteri di alam siber) Johan Jaaffar   Titis-titis hujan di luar bagaikan menyapa kesayuan Dalam kelam malam Di antara puputan bayu dan dingin malam Manik-manik air berlabuh di hujung daunan Cahaya rambulan memanah Lalu kilaunya Bagai sepuhan emas dalam kerlipan […]

Selengkapnya