17 Pantun N. Syamsuddin Ch. Haesy

[1]

usai sarapan meminum jamu

air sejuk di dalam kendi

bila nak paham orang berilmu

merendah hati merunduk budi

[2]

nasi lemak hidangkan pagi

tengah hari santap nasi kebuli

bacalah doa sebelum pergi

baca hamdalah saat kembali

[3]

senyum manis menyambut tamu

wajah murung jangan tampakkan

berkasih dengan orang berilmu

masalah pelik teruraikan

[4]

di ujung bulan terima gaji

boleh kirimkan ke akun istri

bila tuan khatam mengaji

nikmat hati tiada terperi

[5]

bermula kupu dari kepompong

terbang rendah hinggap di kembang

matahati jadi teropong

hadapi masalah tiada bimbang

[6]

makan laksa dengan ketupat

ketupat dimasak dalam kuala

ilmu dicari pengetahuan didapat

amalkan nyata dapatkan pahala

[7]

ayam jago kaki bertaji

ayam betina di tepi tasik

di akhir pekan pergi mengaji

simak ustadz jangan berisik

[8]

sungguh wangi bunga melati

meski tak sama wangi kesturi

bila nak tahu lelaki sejati

tengok adabnya perlakukan istri

[9]

jelang petang memasak kolak

kolak ubi santap bertiga

istri berilmu lagi berakhlak

cahaya terang dalam keluarga

[10]

sandingkan lurik dengan batik

busana indang sungguh serasi

puan cerdas selalu cantik

kias bidadari dalam puisi

[11]

ajarkan anak cara berkuda

tunjukkan sanggurdi dan pelana

beri peluang kepada orang muda

begitu adab orang tua bijaksana

[12]

pandai-pandailah merawat jari

letakkan jemari tepat di dada

selalu hindari berbangga diri

bila kata dan laku jauh berbeda

[13]

potong bambu dibelah-belah

gunakan parang bukan lah pahat

bila puan sudah lah lelah

dekati tilam segera rehat

[14]

kemaja putih terkena tinta

tinda cair berwarna merah

bila dah lama menjalin cinta

jangan alpa salat istiharah

[15]

di balik batu ramai kerakap

dua kerakap nampak dah mati

bila rindu datang mendekap

segera doakan si jantung hati

[16]

kunjungi famili di cikajang

berpagar gunung sungguh lah nyaman

jangan lama hidup membujang

segera cari istri idaman

[17]

tengok masinis dalam lokomotif

jauh memandang pegang kemudi

nenek cantik lagi kreatif

cerdas bernas elok berbudi

 

[catatan: pantun ini dari koleksi pantun yang belum dipublikasi]

Posted in LITERA.