Jakarta Kota Global Berbudaya

Mengenang ulang masa belia yang hampir sepanjang hari berinteraksi dan bersosialisasi di kawasan Blok M, revitalisasi kawasan ini bisa dimaknai sebagai komitmen Pemprov DK Jakarta, khasnya Gubernur dan Wakil Gubernur menyegarkan Jakarta sebagai kota kreatif, inklusif, dan kolaboratif. Kota yang memfasilitasi dan mengkatalisasi warganya menjadi khalayak yang kosmopolit dan egaliter. […]

Selengkapnya

Keroncong Memantik Pikiran dan Apresiasi

Dari Seminar Kajian Peta Jalan Kebudayaan Jakarta Kehadiran musik ‘live’ keroncong pada kesempatan seminar tersebut, paling tidak, menjadi sisi penting bagi saya dalam berkontribusi pendapat dan gagasan untuk melihat substansi kajian peta jalan kebudayaan tersebut dengan perspektif yang lebih beragam. Atmosfer yang terbangun oleh musik keroncong di awal seminar, memungkinkan […]

Selengkapnya

Tengadah Tangan

Tengadah tangan, juga mesti disertai dengan keyakinan, hanya memohon kepada Allah saja. Tidak kepada manusia. Seperti pesan Imam Ali bin Abi Thalib karamahu wajhah: “Aku sudah merasakan semua kepahitan hidup, dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia.”  Farhan Ada hal elementer dalam kenangan masa kanak-kanak, yang merupakan manifestasi pendidikan […]

Selengkapnya

20 Pantun Sem Haesy

makan limau mata terpicing siapkan ceri dan buah ara kusangka rimau ternyata kucing tikus got menari riang gembira   kupas rata buah mempelam kupas juga buah pepaya tikus berpesta sepanjang malam kucing terjaga tiada berdaya   tumis kangkung tanpa kenikir hindari serbuk penyedap rasa nalar terkungkung nurani tersingkir petinggi mabuk […]

Selengkapnya

Gugahan Kompuisi Ganjar Kurnia untuk Yesmil Anwar

Ganjar membacakan puisi itu. Saya terhenyak dan beberapa kali menarik nafas. Khasnya, ketika membayangkan setiap pilihan terminologi, bahasa coding dengan bahasa litera yang biasa kita pakai dalam komunikasi, ungkapan nalar, naluri, nurani, dan rasa sehari-hari. // Persepsi dan asumsi, bahkan pemikiran tentang singularitas segera hadir di benak. Lantas menampakkan pertanyaan […]

Selengkapnya

Nyala Bara Slamet Tinular

Sikap qana’ah tersebut menghidupkan daya simpati, empati, apresiasi, respek, dan cinta berbagai kalangan, sehingga tinular. Buahnya adalah perubahan kondisi dalam fenomena sosial yang berdimensi kemanusiaan. Penandanya adalah sensitivitas sekelompok kecil orang yang lantas merekam dan mengunggah video Slamet ketika mengamen dengan menggendong simple sound system- melantunkan tembang lara yang melodius. […]

Selengkapnya

Santapan Ruhani Butet

Bagi saya — sebagai pembaca — artikel tersebut laksana santapan ruhani penguat kuliah subuh di hari pertama bulan Ramadan 1446 H. Isinya bukan hanya luah pemikiran dan pendapat kritis, cerdas sekaligus jenaka. Melainkan ekspresi sikap lugas warga bangsa yang lantang menyatakan, “Panen paradoks saatnya disetop. Hari ini saatnya menanam sebuah […]

Selengkapnya

Bandar Udara dan Kemuliaan Melayani

Pengelola bandara (khasnya berkelas internasional) di Indonesia dalam praktek tata kelola sehari-hari penting menguatkan kesadaran tentang kemuliaan melayani. Layanan yang tak sekadar mengikuti standar prosedur operasional korporat belaka. Tanpa kecuali, terutama, hal ini berlaku bagi petugas maskapan penerbangan. Khasnya yang kerap dijuluki sebagai maskapai selalu telat (delayed air services), yang […]

Selengkapnya

Hindari Jebakan Minda Relasi Seni dan Media

Dalam konteks Indonesia, di tengah tata kelola pendidikan sebagai bisnis, kuatnya paradigma yang mendudukkan kepentingan manusia sebagai pusat segala sesuatu, sehingga bebas menaklukkan alam untuk mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Akademi Jakarta via Maklumat tentang ‘Cegah Penghancuran Nalar Publik’ (20 Januari 2022). Maklumat tersebut merekomendasikan negara dan khalayak, bertanggung jawab: (a) Mengembangkan […]

Selengkapnya

Jalan Kebudayaan
untuk Pembangunan Berkelanjutan

SENIN, 26 Agustus 2024, Akademi Jakarta kembali menggelar program tahunannya, “Kuliah Kenangan Sutan Takdir Alisjahbana (STA).” Kali ini menghadirkan Hilmar Farid, aktivis dan cendekiawan kebudayaan yang juga Direktur Jendral Kebudayaan – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi (Kemendikbudristek) – Republik Indonesia. Hilmar Farid memusatkan bahasan kuliahnya tentang pengetahuan vernakular. Kuliah […]

Selengkapnya