20 Pantun Sem Haesy

makan limau mata terpicing

siapkan ceri dan buah ara

kusangka rimau ternyata kucing

tikus got menari riang gembira

 

kupas rata buah mempelam

kupas juga buah pepaya

tikus berpesta sepanjang malam

kucing terjaga tiada berdaya

 

tumis kangkung tanpa kenikir

hindari serbuk penyedap rasa

nalar terkungkung nurani tersingkir

petinggi mabuk rakyat nelangsa

 

Matrasogata – desain batik semhaesy | dokpri

 

mata pancing di joran tua

bercumbu kutu di punggung udang

anjing kucing tikus dan kakatua

ramai bersekutu di dalam kandang

 

petiklah lada dan buah pala

di atas cukin sila letakkan

kalau garuda tinggal kepala

tiada mungkin tuan terbangkan

 

pokok beringin berjuntai akar

terbang garuda nampak di angkasa

panas dingin petinggi bertukar

mengurut dada rakyat nelangsa

 

bawa ketel ke tempat mandi

air masak tuangkan segera

politik kartel makin menjadi

demokrasi rusak rakyat sengsara

 

gali kentang di kebun tok hasan

seribu kati tiada menggunung

kalau utang jadi warisan

derita nanti siapa ‘kan tanggung

 

Trisogata desain batik sem haesy | dok pri

 

tanak ketan berpandan wangi

sambal nenas di pesmol ikan

karena hutan kalian tebangi

bumi memanas jangan salahkan

 

puan bestari mengambil wudhu’

pakai mukenah tegakkan salat

buanglah iri dengan tawaddhu’

ibadah tuma’ninah berbalas inayat

 

minum markisa di kala jenuh

duduklah santai mencari angin

legitimasi kuasa tiada penuh

koalisi partai tidak menjamin

 

Bronasogata desain batik sem haesy | dokpri

 

baling-baling belum berputar

sayap terbentang pesawat terbang

tiada berpaling tiada gentar

hidup berpantang ragu dan bimbang

 

duduk lesehan santap mentimun

aneka buah hidangkan segera

bila wakil tuhan menjadi penyamun

runtuh muruah citra negara

 

bila berjalan tangan lenggangkan

tersenyum beruk sambil rebahan

bila keadilan telah diperdagangkan

hakim buruk dilaknat Tuhan

 

tertumbuk tongkat terasa pedih

langkah terhalang di tengah hutan

negarawan mangkat bangsa bersedih

terasa hilang pemimpin panutan

Aloragata – desain batik sem haesy | dokpri

 

mendaki berat di malam hari

cabaran usia pendaki sejati

kendalikan hasrat menjaja diri

tinggi manusia di rendah hati

 

asap setanggi mengharum cita

cita tersampir di depan almari

rendah petinggi karena kata

pertanda pandir kendalikan diri

 

kenakan angkin hai gadis desa

melilit pinggang dengan sampur

bagaimana mungkin mendulang asa

koruptor menerjang korupsi menggempur

 

tangan berjabat mata melihat

hati gembira tanda selesa

cegah pejabat jadi penjahat

rusak negara bangsa binasa

 

anak petani pakai kebaya

bercorak padi bagus jariknya

sains dan seni bernas budaya

akal budi jadi nafasnya

 

Padubonjer, 16.04.25

Posted in LITERA.