Refleksi Kritis Aidil Usman dalam Food Escape

Karya instalasi Aidil ini, meminjam perspektif Hassan Amwiinw dan Jovita Nnenna (2024) menghadirkan relasi kuat seni sebagai aktivisme. Khasnya pengaruh seni visual pada gerakan sosial. Khasnya dalam menjawab pertanyaan, “Bagaimana seniman dapat memperkaya estetika dan pada saat yang sama, mempertanyakan isu-isu sosial?” Termasuk pertanyaan ihwal perubahan masyarakat dan dunia seni […]

Selengkapnya

HAWANA 2025 Momentum Refleksi Wartawan dan Media Malaysia

Anwar Ibrahim juga mengingatkan tentang bagaimana merespon perkembangan teknologi informasi, termasuk AI (artificial intelligent) dalam konteks pengendalian singularitas. Antara lain adalah bagaimana wartawan memasukkan informasi dengan nilai-nilai kebajikan dalam budaya Malaysia. Agar AI pun ‘memuntahkan’ kembali nilai-nilai kebajikan dan budaya kepada siapa yang mempertanyakan dan memerlukannya. Catatan Bang Sèm HAWANA […]

Selengkapnya

Jakarta Kota Global Berbudaya

Mengenang ulang masa belia yang hampir sepanjang hari berinteraksi dan bersosialisasi di kawasan Blok M, revitalisasi kawasan ini bisa dimaknai sebagai komitmen Pemprov DK Jakarta, khasnya Gubernur dan Wakil Gubernur menyegarkan Jakarta sebagai kota kreatif, inklusif, dan kolaboratif. Kota yang memfasilitasi dan mengkatalisasi warganya menjadi khalayak yang kosmopolit dan egaliter. […]

Selengkapnya

Keroncong Memantik Pikiran dan Apresiasi

Dari Seminar Kajian Peta Jalan Kebudayaan Jakarta Kehadiran musik ‘live’ keroncong pada kesempatan seminar tersebut, paling tidak, menjadi sisi penting bagi saya dalam berkontribusi pendapat dan gagasan untuk melihat substansi kajian peta jalan kebudayaan tersebut dengan perspektif yang lebih beragam. Atmosfer yang terbangun oleh musik keroncong di awal seminar, memungkinkan […]

Selengkapnya

Tengadah Tangan

Tengadah tangan, juga mesti disertai dengan keyakinan, hanya memohon kepada Allah saja. Tidak kepada manusia. Seperti pesan Imam Ali bin Abi Thalib karamahu wajhah: “Aku sudah merasakan semua kepahitan hidup, dan yang paling pahit adalah berharap kepada manusia.”  Farhan Ada hal elementer dalam kenangan masa kanak-kanak, yang merupakan manifestasi pendidikan […]

Selengkapnya

20 Pantun Sem Haesy

makan limau mata terpicing siapkan ceri dan buah ara kusangka rimau ternyata kucing tikus got menari riang gembira   kupas rata buah mempelam kupas juga buah pepaya tikus berpesta sepanjang malam kucing terjaga tiada berdaya   tumis kangkung tanpa kenikir hindari serbuk penyedap rasa nalar terkungkung nurani tersingkir petinggi mabuk […]

Selengkapnya

Gugahan Kompuisi Ganjar Kurnia untuk Yesmil Anwar

Ganjar membacakan puisi itu. Saya terhenyak dan beberapa kali menarik nafas. Khasnya, ketika membayangkan setiap pilihan terminologi, bahasa coding dengan bahasa litera yang biasa kita pakai dalam komunikasi, ungkapan nalar, naluri, nurani, dan rasa sehari-hari. // Persepsi dan asumsi, bahkan pemikiran tentang singularitas segera hadir di benak. Lantas menampakkan pertanyaan […]

Selengkapnya

Nyala Bara Slamet Tinular

Sikap qana’ah tersebut menghidupkan daya simpati, empati, apresiasi, respek, dan cinta berbagai kalangan, sehingga tinular. Buahnya adalah perubahan kondisi dalam fenomena sosial yang berdimensi kemanusiaan. Penandanya adalah sensitivitas sekelompok kecil orang yang lantas merekam dan mengunggah video Slamet ketika mengamen dengan menggendong simple sound system- melantunkan tembang lara yang melodius. […]

Selengkapnya

Santapan Ruhani Butet

Bagi saya — sebagai pembaca — artikel tersebut laksana santapan ruhani penguat kuliah subuh di hari pertama bulan Ramadan 1446 H. Isinya bukan hanya luah pemikiran dan pendapat kritis, cerdas sekaligus jenaka. Melainkan ekspresi sikap lugas warga bangsa yang lantang menyatakan, “Panen paradoks saatnya disetop. Hari ini saatnya menanam sebuah […]

Selengkapnya

Zaman Sungsang

Puisi Puisi N. Syamsuddin Ch. Haesy N. Syamsuddin Ch. Haesy biasa dipanggil Bang Sem. Sejak belia bercita-cita jadi penyair, tapi belum juga kesampaian (Tak mudah menjadi penyair). Kerap menulis puisi, esai, resensi, kritik seni sejak masih SMA, di bawah asuhan Ibu Aisyah Salamun, guru sastra. Ibu yang menyelamatkannya dari kehidupan […]

Selengkapnya