makan limau mata terpicing
siapkan ceri dan buah ara
kusangka rimau ternyata kucing
tikus got menari riang gembira
kupas rata buah mempelam
kupas juga buah pepaya
tikus berpesta sepanjang malam
kucing terjaga tiada berdaya
tumis kangkung tanpa kenikir
hindari serbuk penyedap rasa
nalar terkungkung nurani tersingkir
petinggi mabuk rakyat nelangsa

Matrasogata – desain batik semhaesy | dokpri
mata pancing di joran tua
bercumbu kutu di punggung udang
anjing kucing tikus dan kakatua
ramai bersekutu di dalam kandang
petiklah lada dan buah pala
di atas cukin sila letakkan
kalau garuda tinggal kepala
tiada mungkin tuan terbangkan
pokok beringin berjuntai akar
terbang garuda nampak di angkasa
panas dingin petinggi bertukar
mengurut dada rakyat nelangsa
bawa ketel ke tempat mandi
air masak tuangkan segera
politik kartel makin menjadi
demokrasi rusak rakyat sengsara
gali kentang di kebun tok hasan
seribu kati tiada menggunung
kalau utang jadi warisan
derita nanti siapa ‘kan tanggung

Trisogata desain batik sem haesy | dok pri
tanak ketan berpandan wangi
sambal nenas di pesmol ikan
karena hutan kalian tebangi
bumi memanas jangan salahkan
puan bestari mengambil wudhu’
pakai mukenah tegakkan salat
buanglah iri dengan tawaddhu’
ibadah tuma’ninah berbalas inayat
minum markisa di kala jenuh
duduklah santai mencari angin
legitimasi kuasa tiada penuh
koalisi partai tidak menjamin

Bronasogata desain batik sem haesy | dokpri
baling-baling belum berputar
sayap terbentang pesawat terbang
tiada berpaling tiada gentar
hidup berpantang ragu dan bimbang
duduk lesehan santap mentimun
aneka buah hidangkan segera
bila wakil tuhan menjadi penyamun
runtuh muruah citra negara
bila berjalan tangan lenggangkan
tersenyum beruk sambil rebahan
bila keadilan telah diperdagangkan
hakim buruk dilaknat Tuhan
tertumbuk tongkat terasa pedih
langkah terhalang di tengah hutan
negarawan mangkat bangsa bersedih
terasa hilang pemimpin panutan

Aloragata – desain batik sem haesy | dokpri
mendaki berat di malam hari
cabaran usia pendaki sejati
kendalikan hasrat menjaja diri
tinggi manusia di rendah hati
asap setanggi mengharum cita
cita tersampir di depan almari
rendah petinggi karena kata
pertanda pandir kendalikan diri
kenakan angkin hai gadis desa
melilit pinggang dengan sampur
bagaimana mungkin mendulang asa
koruptor menerjang korupsi menggempur
tangan berjabat mata melihat
hati gembira tanda selesa
cegah pejabat jadi penjahat
rusak negara bangsa binasa
anak petani pakai kebaya
bercorak padi bagus jariknya
sains dan seni bernas budaya
akal budi jadi nafasnya
Padubonjer, 16.04.25
