Harmoni Asa
Dalam bening embun pagi
Kulihat cahaya kemilau
Cahaya harapan asa
Sebening sukma
Sukma yang menggelora untuk bergerak
Menari bersama semilir musik
Musik dari dentingan angin
Dentingan yang kian lama kian merasuk kalbu
Raga ini, diri ini, hati ini menari
Diiringi harmoni galaksi
Pesona mu wahai bunga mengiringi gerakan sukma
Harum mu wahai bunga tak henti menyentuh sanubari
Aku tetap di sini menikmati keindahan insani
Keindahan abadi yang tidak bisa kumiliki
Aku hanya bisa memandang dan merasakan
Indahnya ciptaan-Mu ya Rab
Keindahan abadi yang selalu Kau berikan
Bandung, Januari 2021

Sebulir Cinta
Ketika malam kabut menghadang
Gelap.., hanya gelap yang hadir merayap
Engkaulah angin semesta dihantar senja
Engkaulah senja nan merona
Merona berlumur sinar mentari
Mentari yang kian tenggelam dalam pelukan bumi
Aku masih disini masih berdiri memandangmu
Entah sampai bila dibuai angin senja
Angin yang selalu membisikkan nada cinta
Cinta pada Sang Khalik Maha segala Cipta
Ya Allah Sang Pencipta alam raya
Akankah keindahan ini sirna
Akankan keindahan ini terbang ditelan awan
Berilah aku setitik rindu
Berilah aku sebulir cinta tuk menjernihkan kalbu
Berilah aku setetes embun tuk kebeningan sukma
Bandung, Januari, 2021
Di Ujung Senja
Angin berbisik menukik ke ujung hati
Menguraikan nada nada sendu
Semilir mengusap kalbu
Mengelus asa mengurai kasih
Masih adakah sinar mentari
Mentari di ujung senja
Yang selalu ada dan selalu ada menyinari bumi
Sinar mata merona
Hati dan kalbu terjaga
Oh…senja nan temaram
Aku masih di sini merindu senja
La Ilaaha Illallah
Laa Ilaaha Illallah
Laa Ilaaha Illallah
Senja undur diri sebelum pudar
Membukakan langit biru
Bulan dan bintang tenggelamkan siang
Bergerak menuju malam
Malam berselubung kabut
Bandung, Januari, 2021

Titi Mangsa
Engkaulah angin yang selalu membelai kalbu
Engkaulah angin yang selalu membisikkan kata
Kata-kata indah menyejukkan hati, menyejukkan jiwa
Menyejukkan kalbu
Setiap musim, setiap masa kau selalu ada
Tak ada titi mangsa bagimu
Kadang menghembus sepoy-sepoy menyentuh mesra
Kadang bergemuruh bergolak mengoyak bumi
Bumi tempat manusia bermukim
Tempat manusia mencari jalan untuk hidup
Hidup dengan berbagai cara
Ada yang tulus, ada yang setia, ada yang pendusta
Wahai angin sampaikan pada mereka
Tanda demi tanda
Untuk menengok hati, untuk tahu diri
Memahami makna hidup yang sebenarnya
Bandung, 10 April, 2021
Rembang Pagi
Rembang pagi mengurai doa
Merangkai mimpi yang tak pernah terwujud
Menata sangka mengurai hati
Agar tidak diembat senja
Dimanakah kata yang kau ucapkan
Dimakah mimpi yang kau tawarkan
Semua hanya semu dan karam
Tenggalam bersama perahu di ujung senja
Lembayung datang menghias semesta
Menawarkan pesona menebar keindahan
Berpayung Langit bertabur awan
Awan berarak mencari kepastian
Namun tak kunjung ada jawaban
Lidahmu seakan kelu tak seindah puisimu
Semua hanya literasi yang tidak berujung
Literasi menghantar fatamorgana mimpi
Bandung, 10 April, 2021
Prof. Dr. Endang Caturwati,. M.S, adalah Dosen dan Guru Besar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Lulusan S3 Universitas Gadjah Mada, Ilmu Budaya. Penelitian-penelitian mengenai, Seni Pertunjukan, Pendidikan Seni, dan Kearifan Lokal. Reviewer Penelitian Nasional Kemenristek-Dikti (1997-sekarang). Ka. Pusat LPPM STSI Bandung, (2008-2011), Direktur Pascasarjana STSI Bandung (20011-2012), Ketua STSI (2012-2013) sekarang ISBI Bandung, Direktur Kesenian Kemdikbud (2013-2017). Aktif di beberapa Komunitas Seni, antara lain ‘Perempuan Pendidik Seni’, Hapsari ‘Ajang Kreativitas Seni Tradisi Indonesia’, Citra Srikandi Indonesia. Dosen di beberapa perguruan tinggi. Menulis Buku Ajar dan Teks, Puisi& Lagu, serta Artikel Jurnal, di antaranya pada Jurmal Research on Humanities and Social Sciences (2017), Global and Stochastic Analysis (GSA) (2018), Saudy Journal of Humanities and Social Siences (2019). Kini sebagai Ketua Klaster Ilmu Sosial-Humaniora di Asosiasi Profesor Indonesia (API), Ketua Umum Hapsari Citra Indonesia (HCI), dan Ketua Umum Citra Srikandi Indonesia (CSI).
