Puisi-puisi Tentang Ibu

Suara Hati Ibu kepada Anaknya

n syamsuddin ch. haesy

 

di bawah rembulan selepas dinihari, pada sujud di hening sunyi

melesat cahaya terpantul baiduri. menghantar wajahmu, oh cahaya hati

selepas adzan indah kumandang, berdiri engkau sebagai imam

lantunan firman Ilahi melayang, menjemput pagi rahmat semesta alam

 

nak, anakku

selalu kubayangkan kau sebagai pendaki, yang senantiasa paham cara mendaki

hingga kelak tiba di puncak hakikat insani, menebar manfaat bagi pertiwi

memaknai jejak-jejak perjuangan, menegak makna satu bangsa, satu negara,

satu negara kesatuan, satu tanah air

menebar ghirah dan gairah mencapai satu kemakmuran

 

nak, anakku

kuikhlaskan dan kuhibahkan engkau bagi  Indonesia

tanah air tempat keadilan ditegakkan, tempat benih-benih kebaikan dan kebenaran

disemai, dirawat, dan kelak dituai seluruh rakyat

hingga kedamaian, kasih sayang dan cinta

tersungging pada senyuman sukacita seluruh umat-Mu di sini.

baldah thayyibah  wa rabbun ghafur

 

nak, anakku

kubekali engkau dengan cinta, kasih sayang, kehalusan akal budi.

Kuberkali engkau adab dan keberanian membawa suluh dan menggerakkan perubahan

hingga seluruh warga bangsa bergerak, meninggalkan gelap kelam menuju cahaya terang zaman

senantiasalah engkau jaga bersihnya tauhid, ilmu pengetahuan dan keseimbangan akal budi,

sebagai cara mewujudkan kata menjadi realita kehidupan.

kembangkan dan rawat segala kebaikan dan kebajikan warisan leluhurmu

kelak wariskan kebaikan, kebajikan, dan kebahagiaan

bagi anak cucumu dan seluruh rakyat..

berikan kesempatan bagi siapa saja untuk menuliskannya

dalam lembaran sejarah kebangsaan kita kelak..

 

yakinlah nak.. nasrun minallah wa fathun qariib

aku, istrimu, anak-anakmu, bangga dan selalu ada bersamamu

 

Jakarta, Desember 2023

 

Rustini Muhaimin Iskandar membaca puisi “Do’a Ibu untuk Puteranya.” | nina

Do’a Ibu untuk Puteranya

Aghnina Maulidina

Fajar menjelang tiba. Bersujud ibu di atas sajadah.

Bisiknya membahana hingga ke arasy Ilahi.

Semesta mendengar mengaminkannya

Wahai Allah, Yang Tak Pernah lelah dan tak pernah bosan

mendengar dan mengabulkan do’a-do’a insan..

Perkenankan daku.. berdo’a untuk anakku:

Allahumma shali shalaatan kaamilatan wasallim salaaman taamman ‘alaa

sayyidina muhammadinil ladzii tanhallu bihil ‘uqodu wa tanfariju bihil kurabu wa tuqdhaa bihil hawaa-iju.

Wa tunaalu bihir-raghaa-ibu wa husnul khowaatimi wa yustasqal ghamaamu bi wajhihil kariimi

wa ‘alaa aalihii wa shohbihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi ‘adadi kulli ma’luumin laka.”

Wahai Allah, limpahkanlah rahmat dan salam sempurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW.

Semoga terurai dengan berkahnya, segala macam buhul dilepaskan dari segala kesusahan,

kabulkanlah segala hajat, sehingga tercapai segala hasrat kebaikan  dan husnul khotimah.

Wahai Allah, Yang Maha Pemelihara

Mudahkanlah putera-putera hamba, hamba-hamba-Mu

menguatkan kesabaran dan keikhlasan

memperjuangkan hasrat murni mereka

melayani umat-Mu, seluruh rakyat negara dan bangsa kami

seraya menjadi penggerak bagi umat, menjalankan sunnatullah..

menjemput takdir baik-Mu menebar kebahagiaan

menghantarkan pemeliharaan-Mu atas semesta..

Kuatkan dan teguhkanlah hati mereka.. untuk kelak

menjadikan amanah ummat dan rakyat

sebagai cara mencapai rahmat-Mu atas bangsa dan negara ini..

Amiin Ya Mujibas sa’iliin |

 

(Jakarta, Desember 2023)

Anies Rasyid Baswedan bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Fery Farhati Ganis, Rustini Muhaimin Iskandar, Ida Fauziah, Netty A. Heryawan, dan Hanifah Husein | nina

Hakikat Perempuan

Bang Sèm

 

Di persimpangan zaman yang terus berubah

Allah menyiapkan perempuan sebagai ibu kehidupan

Dalam keseimbangan nalar, nurani, naluri, dan rasa mereka

Rahasia cinta Allah menjelma jadi kesadaran insani

gelora sukma yang menghidupkan simpati, empati, apresiasi,

respek dan kasih sayang kemanusiaan

Di jalan perubahan, perempuan menghampar kebaikan dan kasih sayang

Menghidupkan keadilan dan kemanusiaan bertumbuh

Jadi kedamaian, kesejahteraan, dan kebahagiaan

Perempuan bertumbuh sebagai anak, istri dan ibu

Kokoh tegak sebagai tiang sangga utama keluarga, negara dan bangsa

Jiwa raga perempuan menanam dan menyemai benih kebaikan dan kedamaian

Pada perempuan sebagai istri dan ibu

Allah mengalirkan tugas mulia

Menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya

Pendidik pertama dan utama generasi baru

Penerus perubahan hakiki

Meneruskan segala kebaikan dan kebajikan

Menyempurnakan segala yang kurang sempurna

Menghentikan segala yang keliru. Menggelar jalan baru menuju cahaya

Perempuan sebagai ibu punya daya tiada terhingga

Melahirkan, merawah, mengasuh, dan mendidik

penentu hari esok

Maka berjuanglah menciptakan senyum perempuan

setiap kali mereka melepas dan menyambut

para suami pergi berjuang dan pulang membawa

hasil perjuangan berbekal kejujuran !

Hakikat perempuan adalah empu pengasuh keluarga

Tiang utama agama, negara dan bangsa !

 

(Desember, 2023)

 

Hanifah Husein membaca puisi diiringi Angklung MANIES | nina

 

Pantun Kerupuk Asin

Haedar Muhammad

 

Kupas labu potong delapan

Masak yang lezat sesudah sholat

Adalah ibu mata air kehidupan

Istri ibarat telaga semangat

 

Lihatlah lihat dara tertawa

Jejaka semangat ingin memikat

Pemimpin hebat penuh wibawa

Dipercaya rakyat bangsa berdaulat

 

Kerupuk asin di dalam toplès

Ambil sedikit jadi kudapan

Bila pemimpin selalu ngelès

Banyak berkelit mengumbar harapan

 

Mengolah tebu jadi spiritus

Manfaatkan sepahnya jangan dibuang

Do’a ibu tiada terputus

Modal utama dalam berjuang

 

Tirai diselak tertampak mata

Mata menjeling di balik tampin

Istri dan anak pualam cinta

Pilar penting sukses pemimpin

 

Indah selia rangkaian bambu

Sinar mentari di sela kanta

Sungguh mulia hatinya ibu

Selalu memberi tiada meminta

 

(Desember, 2023)

 

Fery Farhati Ganis, istri Anies Rasyid Baswedan menyampaikan orasi tentang dimensi peran ibu dalam perubahan | nina

 

Nafas Pendidikan

Bang Sèm

berkas cahaya mentari pagi

tirai alam menghantar kehidupan

anak-anak berlarian di pematang

melintasi desa

memburu ilmu dan pengetahuan

di sekolah-sekolah desa

mereka mengeja kehidupan

di jalan-jalan desa

ribuan guru melintasi jalan kehidupan

menuju ke sekolah-kolah desa

berbagi pengetahuan

memadukan pengajaran dan pendidikan

mengubah keluh jadi peluh

di tengah kebijakan yang mengubah harapan jadi keluhan

karenanya kita perlu perubahan

menempatkan pendidikan di barisan depan pembangunan

menempa anak-anak kehidupan

penentu  masa depan negara bangsa idaman

terik cahaya mentari siang menyengat jangat

anak-anak berlarian melintasi sawah dan ladang

ibu-ibu guru melangkah pulang

meneruskan tugas pendidikan di dalam rumah mereka

sudahkah mereka menikmati pemerataan?

keseimbangan pendidikan desa dan kota?

kita perlu terus menggerakkan perubahan

mengubah nasib anak-anak dan guru-guru di pedesaan

karena mereka adalah modal insan

dan para penanam investasi kemajuan

keadilan dan kesejahteraan dalam pendidikan

bukan sekadar kata-kata dan angka-angka

keadilan dan kesejahteraan dalam pendidikan

adalah satu tarikan nafas pendidikan !

kita perlu menggerakkan perubahan

memancang tegak masa depan negara bangsa

Indonesia Raya nan Jaya

(Desember, 2023)

 

Ibu-ibu pengurus pusat MANIES bermain angklung menyuarakan Salawat Asyghil | nina

 

Ibu Bangsa

Bang Sèm

 

seorang ibu lebih separuh baya berdiri di bawah matahari

matanya nanar memandang bendera-bendera partai politik

memandang atap hijau gedung parlemen

ia menghela nafas sambil mengangkat lengan cucunya

gadis kecil dengan mata berbinar

“tempalah dirimu dengan pendidikan. belajarlah sejarah sedalam samudera. ingat dan kenang senantiasa :

Laksmana Malahayati, Tjoet Nja’ Dhien, Tjoet Meuthia, Ratu Kalinyamat, Soeharsikin, Siti Walidah, Nyai Nafiqah, Nyai Nor Khadijah, Rahma El Yunusia, Rohana Kudus, Rasuna Said, Ratu Aminah, Raden Ajeng Kartini, Raden Dewi Sartika, Barkah Ganis, Opu Daeng Risaju, Sumarsih Yati Arudji Kartawinata, Fatmawati,  SK Trimurti, dan para ibu hebat di masanya..”

Para ibu yang jejak langkah dan perjuangannya..

memberi kesadaran tentang ibu bangsa..

tentang para ibu yang menaklukan samodera, rimba, desa, dan kota

Para ibu yang tak pernah habis menyediakan cinta, kesabaran dan keikhlasan.

Mendidik dan mengasuh para patriot negarawan.

Para ibu cendekia dan alimat berada dalam barisan perempuan-perempuan Indonesia berjuang menggulung kolonialisma.

Para ibu dengan keberanian tak ternilai memberi makna atas kemerdekaan bangsanya. Para ibu.. yang cintanya kepada bangsa menghadirkan Indonesia Raya…

Kelak.. ketika kau tumbuh besar dan menjadi perempuan dan Ibu Indonesia sejati.. jadilah perempuan-perempuan yang lantang

memperjuangkan terwujudnya satu kemakmuran untuk semua.

tempa dirimu menjadi negarawan. jadilah ibu yang senantiasa menjadi daya hidup di taman kebangsaan.

pelajari kenyataan hidup rakyat. berikan sumbangsihmu untuk Indonesia sungguh berdaulat.. mandiri dan unggulan dalam peradaban.

Arungi samodera ilmu pengetahuan. Ingatlah dari ibu yang hebat,

akan lahir pemimpin dan bangsa yang hebat.”

Ibu itu melangkah dengan cucunya melangkah ke anak tangga

hingga ke puncak atap gedung parlemen.

awan bergulung. cahaya mentari bersinar terang.

keduanya lenyap dari pandangan

menyatu dalam cahaya mentari

 

(Desember 2023)

Ida Fauziah – Menteri Tenaga Kerja RI membacakan puisi “Jari Jemari Ibu Perkasa” | nina

 

Jari Jemari Ibu Perkasa

n syamsuddin ch. haesy

 

Ibu-ibu perkasa bergerak ke pabrik-pabrik

jar jemari mereka lincah dan terampil

merangkai harapan dan perjuangan hidup

menyediakan segala yang diperlukan rakyat

jari jemari ibu perkasa

mengubah peluh mereka menjadi angka-angka

di setiap laporan keuangan korporasi

di lembaran laporan keuangan negara

bayangkan.. bayangkan..

apa jadinya ekonomi bangsa ini

tanpa jari jemari para ibu perkasa?

karenanya kita perlu perubahan

jari jemari ibu perkasa di pabrik-pabrik

dan di seluruh ruang kehidupan

tanpa henti memintal cita perjuangan bangsa

agar merah putih sungguh berkibar di cakrawala

Indonesia Raya

kita perlu perubahan

karena kita ingin, jari jemari para ibu perkasa

menggerakkan seluruh mesin peradaban

mewujudkan satu kemakmuran

mencerdasan bangsa

membalik kemiskinan

menaklukan pandemi

dan akal budi mereka

menjadikan demokrasi

sebagai cara mencapai harmoni kebangsaan

kita berutang pada mereka !

 

(Desember, 2023)

Posted in LITERA.